Login / Register to access new features including Bookmarks.

TikTok Bagikan Fakta dan Mitos Layanan Termasuk Project S

KingdomTaurusNews.com – Setelah pelarangan TikTok Shop di Indonesia, karena perdagangan secara online lewat platform media sosial alias social commerce.

Aturan tersebut tertuang dalam revisi Permendag Nomor 50 tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang dikeluarkan pada Selasa (26/9/2023).

TikTok membagikan berita terbaru dengan judul ‘Kebenaran mengenai TikTok: Membedakan Fakta dan Fiksi‘ yang berisi fakta dan mitos sebagai berikut.

Mitos: Project S ada di Indonesia

Fakta: Project S, atau disebut dengan Global Selling Programme, tidak pernah ada di Indonesia dan tidak ada rencana untuk memperkenalkan penjual global ke TikTok Shop di Indonesia.

100% penjual di TikTok Shop memiliki entitas bisnis lokal yang terdaftar dengan nomor induk berusaha (NIB) atau adalah pengusaha mikro lokal dengan verifikasi KTP/paspor.

ALSO READ:  Ada Hadiah OPPO Reno11 Pro 5G dalam OPPO - The First Portrait of 2024

Mitos: AS, India, dan Inggris melarang TikTok menjalankan platform media sosial dan e-commerce di dalam satu platform

Fakta: TikTok Shop mulai diuji di Amerika Serikat pada November 2022 dan diluncurkan di Amerika Serikat pada tanggal 12 September 2023. TikTok Shop dioperasikan di dalam satu platform dengan TikTok. Di India, TikTok sudah tidak beroperasi di negara tersebut sejak 2020; bahkan sebelum lahirnya TikTok Shop. Di Inggris, TikTok Shop dan TikTok juga dijalankan di dalam satu platform.

Mitos: Di Cina, TikTok memisahkan platform media sosial dan e-commerce

Fakta: TikTok tidak beroperasi di Cina.

ALSO READ:  Cara Mengatasi Lagu / Sound TikTok Tidak Bisa Digunakan

Mitos: TikTok Shop memiliki sistem logistik dan pembayaran di Indonesia, sehingga melakukan praktik monopoli bisnis

Fakta: Saat ini, TikTok tidak memiliki sistem pembayaran dan logistiknya di Indonesia. Untuk logistik, kami bermitra dengan layanan penyedia jasa logistik seperti J&T, NinjaVan, JNE, dan SiCepat untuk mendukung operasional kami. Untuk sistem pembayaran, kami menerima segala jenis metode pembayaran, termasuk kartu debit/kredit, dompet digital, transfer bank, dan metode pembayaran tunai.

Mitos: TikTok tidak memiliki izin operasional e-commerce di Indonesia

Fakta: Kami telah memperoleh Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing Bidang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (SIUP3A Bidang PMSE) dari Kementerian Perdagangan, sebagaimana dimandatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Mitos: Algoritma TikTok dapat berpihak pada produk-produk dari negara-negara tertentu

ALSO READ:  Cara Gunakan Voucher Gratis Ongkir di TikTok Shop 2024

Fakta: TikTok tidak memiliki kemampuan untuk memiliki keberpihakan atau memberikan batasan pada produk-produk yang berasal dari lokasi atau negara tertentu.

Mitos: TikTok melakukan praktik predatory pricing yang merugikan UMKM lokal

Fakta: Sebagai platform, TikTok tidak dapat menentukan harga produk. Penjual dapat menjual produknya dengan tingkat harga yang mereka tentukan sesuai dengan strategi bisnis mereka masing-masing. Produk yang sama yang dapat ditemukan di TikTok Shop dan platform e-commerce lain memiliki tingkat harga yang serupa.

Mitos: TikTok memproduksi produknya sendiri, dan kemudian mempromosikannya di Indonesia

Fakta: TikTok tidak memproduksi produknya sendiri di dalam platformnya. Kami tidak berniat untuk menjadi peritel atau wholesaler yang akan berkompetisi dengan para penjual di Indonesia.

 

(Ôś×´żčŃâ«´żč)Ôś× Please turn off ad-blocker to support us, thanks.

Recent Posts