Polisi China Memakai Kacamata Cerdas dengan Pengenalan Wajah - Kingdom Taurus News - Technology News
China dikenal dengan aturan privasi dan pengawasan yang ketat. Operasi keamanan mulai menggunakan kacamata pintar yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi warga negara.

Dilansir dari Kingdom Taurus News dari Gizmochina (11/2/2018) Kacamata tersebut dibuat oleh LLVision Technology Co., sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing, namun saat ini digunakan di Zhengzhou, China . Dengan database warga, polisi akan dapat mengidentifikasi pelaku kejahatan, orang hilang, atau saksi kejahatan dengan memindai wajah, di kerumunan.

Digunakan oleh petugas di stasiun kereta untuk memindai mereka yang bepergian. Laporan menyebutkan bahwa tujuh tersangka telah ditangkap dan juga 26 orang yang melakukan perjalanan dengan identifikasi palsu. China juga memiliki kamera CCTV yang dapat mengidentifikasi warga negara dan bahkan melacak gerakan mereka , sehingga pihak berwenang pada dasarnya menggunakan kacamata cerdas di area tidak ada kamera yang tersedia atau untuk mempercepat identifikasi.


Kacamata yang dihargai $ 636 atau sekitar Rp 8,7 juta per unit, menggunakan kombinasi AI dan database offline dari 10.000 tersangka. Hal ini dapat mengidentifikasi tersangka hanya dalam 100 milidetik. Hal ini juga dapat terhubung online untuk memperbarui database pada interval.

Bisa di bayangkan, jika teknologi ini juga hadir di indonesia misalnya di kota besar jakarta atau yang lainnya, akan membuat pelaku kejahatan lebih mudah di tangkap dan membuat kenyamanan bagi masyarakat.

Sumber,Sumber gambar

Polisi China Memakai Kacamata Cerdas dengan Pengenalan Wajah

Baca Juga

China dikenal dengan aturan privasi dan pengawasan yang ketat. Operasi keamanan mulai menggunakan kacamata pintar yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi warga negara.

Dilansir dari Kingdom Taurus News dari Gizmochina (11/2/2018) Kacamata tersebut dibuat oleh LLVision Technology Co., sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing, namun saat ini digunakan di Zhengzhou, China . Dengan database warga, polisi akan dapat mengidentifikasi pelaku kejahatan, orang hilang, atau saksi kejahatan dengan memindai wajah, di kerumunan.

Digunakan oleh petugas di stasiun kereta untuk memindai mereka yang bepergian. Laporan menyebutkan bahwa tujuh tersangka telah ditangkap dan juga 26 orang yang melakukan perjalanan dengan identifikasi palsu. China juga memiliki kamera CCTV yang dapat mengidentifikasi warga negara dan bahkan melacak gerakan mereka , sehingga pihak berwenang pada dasarnya menggunakan kacamata cerdas di area tidak ada kamera yang tersedia atau untuk mempercepat identifikasi.


Kacamata yang dihargai $ 636 atau sekitar Rp 8,7 juta per unit, menggunakan kombinasi AI dan database offline dari 10.000 tersangka. Hal ini dapat mengidentifikasi tersangka hanya dalam 100 milidetik. Hal ini juga dapat terhubung online untuk memperbarui database pada interval.

Bisa di bayangkan, jika teknologi ini juga hadir di indonesia misalnya di kota besar jakarta atau yang lainnya, akan membuat pelaku kejahatan lebih mudah di tangkap dan membuat kenyamanan bagi masyarakat.

Sumber,Sumber gambar

Related Posts :

About me: Penulis teknologi dan menyukai game mobile.

Membahas Tentang: Berita Teknologi, Smartphone, Game, dan Harga Smartphone.
Contact us:
ktn.info1@gmail.com

No comments

How do you think, about the article above?