BerandaTech newsGoogle Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Google Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Google Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Google telah menghapus 36 aplikasi Android yang masuk ke Play Store resmi, menyamar sebagai aplikasi keamanan dan peningkatan kinerja, namun hanya berisi kode untuk meniru perilaku aplikasi tersebut.

Google Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Dilansir dari Bleepingcomputer (6/1/2018) Keberadaan aplikasi ini terungkap setelah peneliti Trend Micro, Lorin Wu menerbitkan sebuah laporan tentang perilaku mereka. Aplikasi ini berisi kode yang berfokus pada menampilkan peringatan keamanan palsu, menampilkan iklan yang mengganggu, dan secara diam-diam mengumpulkan data pribadi.
Wu mengatakan bahwa dia melihat apl pada bulan Desember dan bekerja dengan Google untuk menghapusnya dari Play Store.

Google Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Mereka menunjukkan peringatan palsu di bilah notifikasi, bahwa saat dibuka akan menunjukkan animasi yang menyesatkan yang dimaksudkan untuk mengelabui pengguna agar berpikir bahwa aplikasi tersebut memperbaiki masalah keamanan atau semacam masalah. Namun menurut Wu, aplikasi menampilkan iklan yang mengganggu setiap kali pengguna mengeklik pemberitahuan ini.

Google Menghapus 36 Aplikasi Keamanan Android Palsu

Selain menyamarkan proses “memperbaiki aplikasi” di balik animasi yang tidak berguna, aplikasi ini berisi petunjuk lain yang meyakinkan Wu bahwa aplikasi tersebut dirancang dengan maksud jahat sejak awal. Misalnya, aplikasi tidak akan membuat ikon pintasan di ponsel pengguna, sehingga pengguna tidak dapat dengan mudah mencopot pemasangannya.

+  OPPO INNO DAY 2022 : Pamerkan OHealth H1, MariSilicon Y, dan Air Glass 2

Selanjutnya, aplikasi tersebut tidak memulai perilaku jahat pada model ponsel cerdas modern, terutama karena perangkat ini dapat menjalankan versi OS Android dengan fitur keamanan yang lebih baik. Wu mengatakan kode sumber dari aplikasi berbahaya ini berisi filter yang mencegah aplikasi berjalan pada perangkat seperti Google Nexus 6P, Xiaomi MI 4LTE, ZTE N958St, dan LGE LG-H525n.

Selain perilaku adware, Wu mengatakan bahwa aplikasi tersebut juga mengumpulkan banyak informasi sensitif dari perangkat yang mereka pasang. Luasnya info yang terkumpul meliputi detail OS, spesifikasi perangkat keras, detail geolokasi, rincian aplikasi lainnya, dan sebagainya.

+  Beredar iPhone 16 Pro Max di TikTok : Asli atau Hoaks

SumberData

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Please Turn Off AD-BLOCK To support us
FOR YOUnew

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini