Pengertian Native Advertising dan Kelebihannya - Kingdom Taurus News - Technology News
Native Advertising

Selalu ada perubahan-perubahan dalam berbagai hal, termasuk dalam dunia periklanan online.
Pertumbuhan pengguna perangkat mobil yang sangat massive juga memberikan dampak yang sangat besar .


Sumber google images



Berbicara tentang Native ads adalah konten berbayar apa pun yang berada dalam “in-feed” dan secara inheren tidak mengganggu, misalnya Google Adsense. Format iklan Native Ads tampilannya disesuaikan dengan layout dari media placement-nya. Penyesuainya ini termasuk : jenis font iklan, warna font , hingga bentuk medianya .
Native ads bisa diaplikasikan untuk website versi desktop, mobile, serta aplikasi mobile. Tampilan Native ads ini jauh lebih user-friendly ketimbang iklan online yang sering menutup konten.Salah satunya adalah Google Adsense untuk iklan nativenya.
Banyak yang mengatakan bahwa menggunakan iklan native akan membuat CTR iklan akan semakin tinggi. Dengan begitu, si pengiklan akan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan klien, sedangkan publisher akan mendapatkan lebih banyak penghasilan dari klik iklan.
Menurut pengakuan beberapa publisher Adsense yang sudah menerapkan Native Ads di website mereka, memang ada perubahan yang cukup mencolok dari sisi CTR iklan. 

Namun, dari sisi penghasilan belum menunjukkan perubahan yang signifikan, bahkan ada yang cenderung menurun karena nilai (CPC) yang kecil.

Menurut FreakOut, perusahaan platform Native Ads, saat ini trafik Native Ads paling besar berasal dari perangkat Android, trafik tertinggi ada pada jam 6 – 8 pagi dan jam 10 – 11 malam. 

Pengertian Native Advertising dan Kelebihannya

Native Advertising

Selalu ada perubahan-perubahan dalam berbagai hal, termasuk dalam dunia periklanan online.
Pertumbuhan pengguna perangkat mobil yang sangat massive juga memberikan dampak yang sangat besar .


Sumber google images



Berbicara tentang Native ads adalah konten berbayar apa pun yang berada dalam “in-feed” dan secara inheren tidak mengganggu, misalnya Google Adsense. Format iklan Native Ads tampilannya disesuaikan dengan layout dari media placement-nya. Penyesuainya ini termasuk : jenis font iklan, warna font , hingga bentuk medianya .
Native ads bisa diaplikasikan untuk website versi desktop, mobile, serta aplikasi mobile. Tampilan Native ads ini jauh lebih user-friendly ketimbang iklan online yang sering menutup konten.Salah satunya adalah Google Adsense untuk iklan nativenya.
Banyak yang mengatakan bahwa menggunakan iklan native akan membuat CTR iklan akan semakin tinggi. Dengan begitu, si pengiklan akan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan klien, sedangkan publisher akan mendapatkan lebih banyak penghasilan dari klik iklan.
Menurut pengakuan beberapa publisher Adsense yang sudah menerapkan Native Ads di website mereka, memang ada perubahan yang cukup mencolok dari sisi CTR iklan. 

Namun, dari sisi penghasilan belum menunjukkan perubahan yang signifikan, bahkan ada yang cenderung menurun karena nilai (CPC) yang kecil.

Menurut FreakOut, perusahaan platform Native Ads, saat ini trafik Native Ads paling besar berasal dari perangkat Android, trafik tertinggi ada pada jam 6 – 8 pagi dan jam 10 – 11 malam. 

Related Posts :

Membahas Tentang: Berita Teknologi, Smartphone, Game, dan Harga Smartphone.

Contact us:
ktn.info1@gmail.com

No comments

How do you think, about the article above?