Peretas Berupaya Menghidupkan Virus Ransomware - Kingdom Taurus News - Technology News
Ilustrasi wannacry

Peneliti keamanan Cisco menemukan, beberapa peretas berupaya menghidupkan lagi virus pemalak tersebut, dengan menggunakan botnet Mirai.
Diketahui botnet mirai tersebut pada tahun lalu dipakai peretas untuk melumpuhkan situs ternama seperti Reddit, Spotify, sampai koran The New York Times.
Dikutip dari IBTimes, Minggu (21 Mei 2017) peneliti keamanan menilai peretas menghidupkan kembali WannaCry sebagai balas dendam akibat penyebaran WannaCry ,dihentikan secara tidak sengaja oleh pemuda 22 tahun asal Inggris, Marcus Hutchins.
Hutchins yang merupakan peneliti keamanan secara tak sengaja mengaktifkan tombol 'pembunuh' yang ada pada kode ransomware tersebut. Tombol itu berfungsi menghentikan penyebaran virus pemalak tersebut.

Dalam aksi balas dendamnya, peretas melancarkan serangan dahsyat distributed denial of service (DDoS) dari perangkat Internet of Things (IoT) yang terinfeksi botnet Mirai. Serangan disebutkan telah mencapai puncaknya sampai 20 GB per detik. Serangan DDoS biasanya dipakai untuk melumpuhkan server tertentu dengan membanjiri trafik pada server sampai lumpuh. Sementara dalam membunuh WannaCry, Hutchins bersama peneliti keamanan lainnya mengalihkan serangan WannaCry ke server blog Malware Tech.
Serangan DDos itu, kata peneliti keamanan, dilakukan peretas untuk kembali menginfeksi WannaCry yang tidak aktif, dan dengan demikian bisa memicu epidemi baru.
"Peretas yang berhasil mengenkripsi (ransomware) saat ini mereka menunggu untuk diaktifkan kembali,” ujar peneliti keamanan tim Talos dari Cisco, Matt Olney kepada Wired.
Sukses Ditangkal
Upaya balas dendam tersebut sejauh ini sukses ditangkal oleh peneliti keamanan. Jika peretas sukses menjalankan misi balas dendamnya. Jika berhasil, mereka bisa menyebarkan WannaCry lagi.

Sementara pemuda yang mematikan WannaCry, Hutchins menuturkan, peretas yang ingin menghidupkan kembali WannaCry itu tidak bermotif mendapatkan tambahan finansial. Hutchins mengendus peretas yang balas dendam ini bukan pengembang WannaCry. Meraka hanya ingin unjuk kebolehan dan keahlian mereka.
"Mereka hanya melakukannya untuk menimbulkan balas dendam," ujarnya.

Peretas Berupaya Menghidupkan Virus Ransomware

Ilustrasi wannacry

Peneliti keamanan Cisco menemukan, beberapa peretas berupaya menghidupkan lagi virus pemalak tersebut, dengan menggunakan botnet Mirai.
Diketahui botnet mirai tersebut pada tahun lalu dipakai peretas untuk melumpuhkan situs ternama seperti Reddit, Spotify, sampai koran The New York Times.
Dikutip dari IBTimes, Minggu (21 Mei 2017) peneliti keamanan menilai peretas menghidupkan kembali WannaCry sebagai balas dendam akibat penyebaran WannaCry ,dihentikan secara tidak sengaja oleh pemuda 22 tahun asal Inggris, Marcus Hutchins.
Hutchins yang merupakan peneliti keamanan secara tak sengaja mengaktifkan tombol 'pembunuh' yang ada pada kode ransomware tersebut. Tombol itu berfungsi menghentikan penyebaran virus pemalak tersebut.

Dalam aksi balas dendamnya, peretas melancarkan serangan dahsyat distributed denial of service (DDoS) dari perangkat Internet of Things (IoT) yang terinfeksi botnet Mirai. Serangan disebutkan telah mencapai puncaknya sampai 20 GB per detik. Serangan DDoS biasanya dipakai untuk melumpuhkan server tertentu dengan membanjiri trafik pada server sampai lumpuh. Sementara dalam membunuh WannaCry, Hutchins bersama peneliti keamanan lainnya mengalihkan serangan WannaCry ke server blog Malware Tech.
Serangan DDos itu, kata peneliti keamanan, dilakukan peretas untuk kembali menginfeksi WannaCry yang tidak aktif, dan dengan demikian bisa memicu epidemi baru.
"Peretas yang berhasil mengenkripsi (ransomware) saat ini mereka menunggu untuk diaktifkan kembali,” ujar peneliti keamanan tim Talos dari Cisco, Matt Olney kepada Wired.
Sukses Ditangkal
Upaya balas dendam tersebut sejauh ini sukses ditangkal oleh peneliti keamanan. Jika peretas sukses menjalankan misi balas dendamnya. Jika berhasil, mereka bisa menyebarkan WannaCry lagi.

Sementara pemuda yang mematikan WannaCry, Hutchins menuturkan, peretas yang ingin menghidupkan kembali WannaCry itu tidak bermotif mendapatkan tambahan finansial. Hutchins mengendus peretas yang balas dendam ini bukan pengembang WannaCry. Meraka hanya ingin unjuk kebolehan dan keahlian mereka.
"Mereka hanya melakukannya untuk menimbulkan balas dendam," ujarnya.

Related Posts :

No comments

give your comment here !!!