Donald Trump Turun Tangan Cari Akal Tangkal Wannacry - Kingdom Taurus News - Technology News

Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar rapat darurat untuk membahas penyebaran ransomware WannaCry, Minggu (14/5/2017) sore waktu AS.
Dikutip dari Reuters, pertemuan itu setidaknya dihadiri oleh penasihat keamanan dalam negeri (US Homeland Security), Tom Bossert.
Langkah ini diambil Trump setelah ransomware WannaCry menyebar ke lebih dari 150 negara.
Setelah pertemuan itu, staf keamanan senior juga dikabarkan mengadakan pertemuan tertutup di Gedung Putih. Pertemuan dilakukan antara badan-badan keamanan penting AS, seperti FBI dan badan intelijen NSA.
FBI dan NSA kini sedang merumuskan cara pencegahan serangan cyber yang masif ini," kata sumber dalam yang tidak mau disebutkan namanya.
Pertemuan tersebut penting dilakukan, mengingat ransomware WannaCry dikabarkan dibuat menggunakan tool yang dimiliki oleh badan intelijen AS itu sendiri.
Tool tersebut dicuri dan dibocorkan oleh kelompok hacker bernama Shadow Broker pada April lalu.
Celah keamanan yang dieksploitasi oleh WannaCry dikenal dengan istilah EternalBlue. Eksploitasi NSA inilah yang dibocorkan oleh kelompok hacker Shadow Broker, lalu kemudian dikembangkan menjadi ransomware.
WannaCry menginfeksi komputer lewat eksekusi remote code server message block (SMB) v1 di sistem operasi Microsoft Windows.
Sebelum dibocorkan oleh Shadow Broker, EternalBlue sudah sering dipakai oleh NSA untuk mengendalikan komputer sasaran dari jarak jauh. Eksploitasi ini bisa dipakai menyerang komputer yang menjalankan Windows XP hingga Windows Server 2012.

Donald Trump Turun Tangan Cari Akal Tangkal Wannacry

Baca Juga


Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar rapat darurat untuk membahas penyebaran ransomware WannaCry, Minggu (14/5/2017) sore waktu AS.
Dikutip dari Reuters, pertemuan itu setidaknya dihadiri oleh penasihat keamanan dalam negeri (US Homeland Security), Tom Bossert.
Langkah ini diambil Trump setelah ransomware WannaCry menyebar ke lebih dari 150 negara.
Setelah pertemuan itu, staf keamanan senior juga dikabarkan mengadakan pertemuan tertutup di Gedung Putih. Pertemuan dilakukan antara badan-badan keamanan penting AS, seperti FBI dan badan intelijen NSA.
FBI dan NSA kini sedang merumuskan cara pencegahan serangan cyber yang masif ini," kata sumber dalam yang tidak mau disebutkan namanya.
Pertemuan tersebut penting dilakukan, mengingat ransomware WannaCry dikabarkan dibuat menggunakan tool yang dimiliki oleh badan intelijen AS itu sendiri.
Tool tersebut dicuri dan dibocorkan oleh kelompok hacker bernama Shadow Broker pada April lalu.
Celah keamanan yang dieksploitasi oleh WannaCry dikenal dengan istilah EternalBlue. Eksploitasi NSA inilah yang dibocorkan oleh kelompok hacker Shadow Broker, lalu kemudian dikembangkan menjadi ransomware.
WannaCry menginfeksi komputer lewat eksekusi remote code server message block (SMB) v1 di sistem operasi Microsoft Windows.
Sebelum dibocorkan oleh Shadow Broker, EternalBlue sudah sering dipakai oleh NSA untuk mengendalikan komputer sasaran dari jarak jauh. Eksploitasi ini bisa dipakai menyerang komputer yang menjalankan Windows XP hingga Windows Server 2012.

Related Posts :

About me: Penulis teknologi dan menyukai game mobile.

Membahas Tentang: Berita Teknologi, Smartphone, Game, dan Harga Smartphone.
Contact us:
ktn.info1@gmail.com

No comments

How do you think, about the article above?