Nokia uji coba internet berkecepatan 1000× Google Fiber - Kingdom Taurus News - Technology News
Nokia Uji Coba Internet Berkecepatan 1000x Google Fiber

di negara berkembang seperti Indonesia, sudah banyak pengguna yang berharap mendapatkan akses internet dengan kecepatan tinggi.Namun permasalahannya adalah, teknologi yang bisa diadaptasi di beberapa lokasi belumlah maksimal.

Ditambah lagi permasalahan infrastruktur yang tidak mendukung, menjadikan pengembangan internet super cepat terasa berjalan di tempat.seperti di Amerika, kecepatan internet yang bisa diakses oleh pengguna negeri Paman Sam bisa dibilang sangat cepat. Ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi di negara tersebut yang didukung adanya banyak perusahaan teknologi seperti contohnya #Google yang mempunyai layanan internet cepat, Google fiber.

Dan Nokia, sedang mengembangkan teknologi baru akses internet yang memiliki kecepatan hingga 1000 kali kecepatan Google fiber!Penelitian oleh Nokia Bell LabsDalam sebuah rilis resmi pihak perusahaan Nokia menyatakan lewat salah satu divisi pengembangan teknologinya Nokia Bell Labs, sedang mengembangkan metode transmisi data terbaru yang diklaim mampu memberikan akses #internet melebihi batasan internet tercepat yang ada saat ini.

Pengembangan ini sendiri dilakukan oleh Nokia Bell Labs di Deutsche Telekom T-Labs dan the Technical University of Munich, Jerman.Dalam sebuah uji coba yang telah diterapkan selama beberapa waktu belakangan menghasilkan pencapaian yang signifikan. Kecepatan yang bisa diperoleh dari metode koneksi internet ini mampu mencapai 1000 kali lebih cepat dari sambungan internet tercepat di Amerika, Google fiber. Dan teknik ini disebut dengan Probabilistic Constellation Shaping atau PCS.Pihak pengembang Nokia Bell Labs mengaku bahwa, hingga saat ini uji coba yang telah dilakukan masih berskala uji coba laboratorium. Jadi dengan kata lain, kecepatan akses internet super cepat tersebut belum bisa diterapkan dalam lingkup luas atau komersil.Bagaimana PCS Bekerja?Untuk mampu mencapai level kecepatan akses data yang luar biasa cepat, metode PCS melakukan data transmisi dengan cara yang benar-benar berbeda dari cara yang sudah ada saat ini.

Tidak seperti metode transmisi back-to-back yang telah dikembangkan sebelumnya, metode ini secara umum mengumpulkan signal dalam jumlah besar ke dalam kabel fiber optik. Dengan cara seperti ini, para peneliti mulai bisa mengungkap bahwa batasan kecepatan akses data melalui kabel fiber optik yang sebelumnya dikenal dengan nama “Shannon limit” ternyata bisa dilampaui.Kembali pada awal pengembangan teknologi kabel fiber optic, di tahun 1948, Claude Shannon yang juga merupakan seorang engineer di Bell Labs telah mengemukakan bahwa ada batas transfer data yang bisa dilakukan melalui fiber optik.

 Namun lewat rekayasa teknologi yang dilakukan oleh Nokia, tim ini mencoba untuk melampui batas dengan menjalankan tes kecepatan hingga mencapai 1 Tbps!Untuk saat ini memang kecepatan semacam ini masih belum bisa menjadi kenyataan. Namun penelitian dari Nokia’s Bell Labs menunjukkan bahwa dengan kondisi laboratorium, target kecepatan tersebut sudah bisa dicapai. Hal ini tentu menjadi langkah besar dalam teknologi transmisi di masa mendatang, dimana kita bisa menyederhanakan proses yang begitu rumit menjadi proses yang lebih mudah, dan berimbas pada akses internet yang sangat cepat.Marcus Weldon selaku perwakilan dari Nokia Bell Labs, menyatakan bahwa saat ini pihaknya mencoba untuk mengembangkan sebuah jaringan masa depan. Karena jaringan optic di masa depan nantinya tidak hanya mencoba untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang besar, namun juga tujuan lain dan untuk membuka kesempatan menemukan pengembangan teknologi lain yang masih berkembang.

Sumber : kingdomtaurus.mblog.mobi

Nokia uji coba internet berkecepatan 1000× Google Fiber

Nokia Uji Coba Internet Berkecepatan 1000x Google Fiber

di negara berkembang seperti Indonesia, sudah banyak pengguna yang berharap mendapatkan akses internet dengan kecepatan tinggi.Namun permasalahannya adalah, teknologi yang bisa diadaptasi di beberapa lokasi belumlah maksimal.

Ditambah lagi permasalahan infrastruktur yang tidak mendukung, menjadikan pengembangan internet super cepat terasa berjalan di tempat.seperti di Amerika, kecepatan internet yang bisa diakses oleh pengguna negeri Paman Sam bisa dibilang sangat cepat. Ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi di negara tersebut yang didukung adanya banyak perusahaan teknologi seperti contohnya #Google yang mempunyai layanan internet cepat, Google fiber.

Dan Nokia, sedang mengembangkan teknologi baru akses internet yang memiliki kecepatan hingga 1000 kali kecepatan Google fiber!Penelitian oleh Nokia Bell LabsDalam sebuah rilis resmi pihak perusahaan Nokia menyatakan lewat salah satu divisi pengembangan teknologinya Nokia Bell Labs, sedang mengembangkan metode transmisi data terbaru yang diklaim mampu memberikan akses #internet melebihi batasan internet tercepat yang ada saat ini.

Pengembangan ini sendiri dilakukan oleh Nokia Bell Labs di Deutsche Telekom T-Labs dan the Technical University of Munich, Jerman.Dalam sebuah uji coba yang telah diterapkan selama beberapa waktu belakangan menghasilkan pencapaian yang signifikan. Kecepatan yang bisa diperoleh dari metode koneksi internet ini mampu mencapai 1000 kali lebih cepat dari sambungan internet tercepat di Amerika, Google fiber. Dan teknik ini disebut dengan Probabilistic Constellation Shaping atau PCS.Pihak pengembang Nokia Bell Labs mengaku bahwa, hingga saat ini uji coba yang telah dilakukan masih berskala uji coba laboratorium. Jadi dengan kata lain, kecepatan akses internet super cepat tersebut belum bisa diterapkan dalam lingkup luas atau komersil.Bagaimana PCS Bekerja?Untuk mampu mencapai level kecepatan akses data yang luar biasa cepat, metode PCS melakukan data transmisi dengan cara yang benar-benar berbeda dari cara yang sudah ada saat ini.

Tidak seperti metode transmisi back-to-back yang telah dikembangkan sebelumnya, metode ini secara umum mengumpulkan signal dalam jumlah besar ke dalam kabel fiber optik. Dengan cara seperti ini, para peneliti mulai bisa mengungkap bahwa batasan kecepatan akses data melalui kabel fiber optik yang sebelumnya dikenal dengan nama “Shannon limit” ternyata bisa dilampaui.Kembali pada awal pengembangan teknologi kabel fiber optic, di tahun 1948, Claude Shannon yang juga merupakan seorang engineer di Bell Labs telah mengemukakan bahwa ada batas transfer data yang bisa dilakukan melalui fiber optik.

 Namun lewat rekayasa teknologi yang dilakukan oleh Nokia, tim ini mencoba untuk melampui batas dengan menjalankan tes kecepatan hingga mencapai 1 Tbps!Untuk saat ini memang kecepatan semacam ini masih belum bisa menjadi kenyataan. Namun penelitian dari Nokia’s Bell Labs menunjukkan bahwa dengan kondisi laboratorium, target kecepatan tersebut sudah bisa dicapai. Hal ini tentu menjadi langkah besar dalam teknologi transmisi di masa mendatang, dimana kita bisa menyederhanakan proses yang begitu rumit menjadi proses yang lebih mudah, dan berimbas pada akses internet yang sangat cepat.Marcus Weldon selaku perwakilan dari Nokia Bell Labs, menyatakan bahwa saat ini pihaknya mencoba untuk mengembangkan sebuah jaringan masa depan. Karena jaringan optic di masa depan nantinya tidak hanya mencoba untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang besar, namun juga tujuan lain dan untuk membuka kesempatan menemukan pengembangan teknologi lain yang masih berkembang.

Sumber : kingdomtaurus.mblog.mobi

Related Posts :

Membahas Tentang: Berita Teknologi, Smartphone, Game, dan Harga Smartphone.

Contact us:
ktn.info1@gmail.com

No comments

How do you think, about the article above?